Beranda

Nasionalisme Terjual di SPBU

Tinggalkan komentar

Menurut Wikipedia, Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana kita menunjukkan rasa kecintaan kepada negara, kita dapat artikan sebagai nasionalisme. Bentuk nyata yang dapat kita alami dan lakukan adalah dengan memakai produk asli dalam negeri, yang menunjukkan kebanggaan dan juga kepercayaan kualitas produk negeri sendiri.

Beberapa minggu terakhir, saya lebih memilih pomp bensin produk luar negeri dibandingkan Pertamina. Total atau Shell jadi pilihan yang lebih utama (saya belum dan semoga tidak akan memakai Petronas, dalam hal ini Nasionalisme saya masih tinggi dibandingkan harus memakai produk Malaysia :p ). Ya, untuk motor saya yang satu-satunya kendaraan bermotor yang saya miliki, memilih Ron 92 untuk bahan bakarnya. Masih termakan omongan di forum-forum otomotif kalau Ron lebih tinggi akan menjaga keawetan mesin kendaraan 🙂 .

Kenapa saya lebih memilih produk luar ? Sebenarnya saya tidak anti Pertamax, yang membuat saya memilih produk luar adalah karena Pelayanan. Mungkin sering juga kita dengar istilah ‘Mau membayar lebih untuk pelayanan yang lebih bagus’, dan hal itu pun saya amini. Pelayanan pom-pom bensin Pertamina sering menjengkelkan hati. Tapi tentu, tidak berlaku untuk semua pom bensin, masih ada pom bensin yang memiliki pelayanan yang memuaskan apalagi milik Pertamina Retail.

Seperti kita tau, harga Pertamax itu 2 kali lebih mahal dari Premium (bensin subsidi). Karena harga yang lebih mahal, menurut saya, pom bensin harus memberikan pelayanan khusus untuk pemakainya, baik kendaraan roda dua atau roda empat. Pelayanan itu jugalah yang mungkin bisa menggugah pemakai kendaraan bermotor memilih Pertamax dibandingkan premium, untuk mendukung program pemerintah mengurangi subsidi. Pelayanan yang menjengkelkan itu adalah ketika saya harus ikut antri membeli bensin di jalur yang sama dengan premium. Coba dibayangkan, pembeli premium itu banyak dan bisa panjang sekali, padahal saya ingin membeli Pertamax yang notabene, yang antri untuk beli itu sangat jarang.

Setiap ingin mengisi bensin, saya usahakan pergi ke pom bensin Pertamina terlebih dahulu, siapa tahu penjaganya murah hati dan memberikan antrian mobil yang biasanya kosong untuk pertamax, tetapi tetap saja saya akan disuruh antri bersama dengan pemakai roda dua lain yang membeli premium. Dan sama seperti biasa, dengan jengkel saya akan pergi dan mengisi ke pom bensin milik luar.

Pelayanan lain yang membuat saya kembali lagi ke pom bensin luar adalah sapaan yang hangat. Selalu disambut dengan senyuman ‘Selamat pagi Pak, mau memilih jenis yang mana?’ atau ‘Dimulai dari angka nol ya Pak’ dan ‘Terima kasih Pak, hati-hati di jalan’, sangat jarang saya dapat di pom bensin Pertamina.

Biasanya, pelayanan yang kurang memuaskan di dapat dari pom bensin yang dikelola oleh swasta. Contoh pelayanan pom bensin Pertamina yang bagus adalah di Tebet (sisi jalan MT. Haryono). Saya berikan 3TU (Three Thumps Up) untuk pom bensin ini, karena pelayanannya memang bagus, dan kelihatan sangat terawat.

Pertamina harus hati-hati karena bukan cuma mereka sekarang yang bisa menjual eceran produk mereka. Ada banyak perusahaan yang bisa menyalip keuntungan perusahaan Pertamina apabila pelayanannya tidak ditingkatkan. Satu-satunya yang menolong pom bensin Pertamina adalah karena menjual produk premium yang disubsidi pemerintah.

Semoga Pertamina lebih baik lagi !!

Fenomena Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Tinggalkan komentar

Sebuah artikel yang ditulis The Wall Street Journal edisi ASIA, memuji pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang menjadi salah satu yang tertinggi di dunia, sebanding dengan raksasa ekonom Asia lainnya, China dan India. Data Bank Dunia menunjukkan, Bank Dunia  menaikkan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2011 yang awalnya 6,2% menjadi 6,4% atau sama dengan target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011. Pada tahun 2012, Bank Dunia memperkirakan ekonomi akan mampu tumbuh pada kisaran 6,7%.

Ya, pertumbuhan Indonesia meningkat, bahkan disejajarkan dengan pertumbuhan ekonomi China, ya China, kita disejajarkan dengan negara sebesar China. Tahukah anda kalau pendapatan per kapita Indonesia sudah lebih dari USD $ 3,000 atau sekitar Rp. 27,000,000,- (untuk Rp. 9,000 per USD).

Sebenarnya, tidak perlu sulit untuk mengetahui perkembangan tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berikut beberapa fakta sebagai bukti pertumbuhan tersebut yang bisa saya lihat.

1. Semakin Tingginya Konsumerisme.

 

 

 

 

 

Jakarta semakin macet!! Ya, bukan karena jalan raya yang mengkerut atau jalan tergusur, atau malah hanyut, tetapi karena semakin banyaknya kendaraan yang lalu lalang. Hal ini karena MAMPUNYA masyarakat untuk membeli barang-barang yang baru (keluaran terbaru), dan didukung oleh undang-undang yang jelas dan tegas tentang kepemilikan barang mewah (Tersier), memacu konsumerisme yang tinggi. Masyarakat terpacu untuk membeli dan membeli.

2. Tingkat Stres Yang Makin Tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

Apa hubungannya dengan tingkat stres? Hahaaa…tapi jawabannya adalah kenapa semakin banyak dan seringnya masyarakat untuk rekreasi. Di lain karena mereka mampu secara ekonomi untuk bepergian, itu juga karena tingkat stres karena pekerjaan yang semakin menuntut lebih. Sayangkan kalau kita ngga stres tapi bepergian terus, yang ada malah habis uang.

3. Pengemis Yang Semakin ‘Kaya’.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebenarnya ini hanya spekulasi saya pribadi. Dilain memang masih banyak hidup dibawah garis kemiskinan, tapi sudah merupakan rahasia umum penduduk Jakarta bahwa pengemis juga banyak yang berkecukupan. Banyak pengemis di jalan raya mencari uang (bekerja), untuk memenuhi kebutuhan tersier mereka. Bukan sekedar untuk beli makanan, tetapi malah makanan yang mahal.

4. Pertumbuhan Pembangunan.

 

 

 

 

 

 

 

Banyak gedung-gedung baru, maupun perumahan-perumahan yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Konsep untuk mengontrak dulu sudah mulai dihilangkan. Kalau sudah mampu untuk mencicil, kenapa harus mengontrak. Di lain untuk investasi, juga untuk memenuhi kebutuhan sekunder masyarakat, untuk bertempat tinggal.

Sebagai contoh, beberapa tower apartemen Rusunami di Kalibata City yang dalam peluncurannya mencapai harga Rp. 200jt, habis karena minat masyarakat, bahkan sebelum towernya dibangun. Mengherankan menurutku pribadi.

Tulisan ini terpikirkan ketika melihat perkembangan masyarakat untuk membeli dan berlibur. Bayangkan saja, berdiri berjam-jam hanya untuk mengantri membeli Blackberry keluaran terbaru dengan harga 5jt-an atau membeli tiket artis luar negeri dengan harga jutaan, atau bahkan berlibur ke luar negeri dengan butjet jutaan rupiah, sungguh fenomena yang aneh menurut saya. Ada juga, ketika berbuka puasa, banyak masyarakat pergi ke mall untuk makan, dan mohon maaf, dari penampakan luar, tidak menunjukkan orang yang kaya.

Jadi, masih ingin mengatakan kalau penduduk Indonesia masih banyak yang miskin?

Pembalasan “THE AVENGERS”

Tinggalkan komentar

Film yang baru diputar per 4 Mei 2012 di seluruh Indonesia ini memang telah membuat sensasi. Kenapa tidak? Pahlawan-pahlawan yang sudah masuk ke dunia perfilman dan beraksi sendiri, kini bergabung dan bersama-sama melawan musuh yang datang dari dunia yang lain.

Dalam film ini kita akan menemukan bagaimana, Science, Mitos, dan kealamian digabung menjadi satu. Pahlawan-pahlawan yang dibentuk karena hasil science, pahlawan mitos dan pahlawan yang memang alami kekuatan manusia digabung dalam satu cerita. Awalnya, saya mengganggap film ini akan berakhir seperti “The Expandables” yang alur ceritanya tidak terlalu menarik dan sedikit dipaksakan. Seperti movie mania tahu kalau di film itu berkumpul jagoan-jagoan yang sering beraksi sendiri, sebut saja ‘The Rambo’ Sylvester Stallone, ‘The Transporter’ Jason Statham, Jet Li, Bruce Willis, dan masih banyak lagi.

Singkatnya, cerita dalam film “The Avengers” adalah bagaimana Loki, yang adalah Adik Angkat dari Thor, yang mempunyai ambisi untuk menghancurkan peradaban manusia untuk menguasai dunia. Loki tidak bisa melakukannya sendiri, dia membutuhkan pasukan yang akan dikirim ke bumi. Untuk membuka gerbang dimensi pasukannya dengan bumi, dibutuhkan energi yang sangat besar dari Tesseract. Ternyata benda tersebut sudah ada di bumi, ditemukan oleh Iron Man di dasar laut dan diberikan kepada Nick Fury, Direktur Agen Rahasia (bukan agen pulsa ya… :p) S.H.I.E.L.D. Nick Fury ingin memakai tenaga Tesseract untuk sumber tenaga Senjata Baru mereka, yang katanya akan dipakai untuk menjaga apabila makhluk asing seperti bangsa si Thor datang lagi ke bumi. Alasan yang tidak diungkap kepada pahlawan-pahlawan tersebut.

Si seksi Black Widow oleh Scarlett Johansson

Film ini sebenarnya memiliki pesan untuk penontonnya, bagaimana kesolidan sangat dibutuhkan oleh satu tim dalam menjalankan misi, dan hati-hati terhadap hasutan untuk memecah-belah kekompakan tim. Saya menangkap bahwa kata “The Avengers” berasal dari “Pembalasan” atas meninggalnya Phil, salah satu agen yang cukup dekat dengan mereka, dilain hal memang adanya harus adanya Tim Pembalasan sebagai ‘tameng’ apabila bumi diserang makhluk asing.

Film yang bagus untuk ditonton oleh remaja sampai dewasa. Ada yang mengatakan bahwa kita harus mengetahui dan menonton film-film setiap pahlawan itu terlebih dahulu, supaya mengerti jalan ceritanya, tetapi saya beranggapan tidak perlu, karena sebenarnya jalan ceritanya cukup jelas. Hanya sedikit ada yang kurang sreg di pikiran saya sewaktu menontonnya, tapi sulit untuk mengungkapkannya. Mungkin intinya, saya tidak begitu suka ketika mereka semua berkumpul. Akan lebih baik kalau mereka beraksi sendiri, atau maksimal 2 orang saja.

Penilaian dari saya, dari 5 bintang, saya memberikan 3,5 untuk film ini. Cukup bagus dan menghibur. Dan sangat disarankan untuk menontonnya di bioskop, karena banyaknya adegan aksi yang meledak, sangat seru menontonnya di ruang tertutup dengan suara yang besar.

Selamat Menonton!!

Fenomena Pep..!!

Tinggalkan komentar

Josep Guardiola, atau lebih dikenal dengan nama Pep Guardiola merupakan nama yang mungkin sudah sangat sering didengar oleh pecinta sepakbola. Pep merupakan pelatih Klub ‘Catalan’ Barcelona yang sudah melatih klub tersebut sejak tahun 2008 yang sebelumnya melatih di Barcelona B.

Sebagai fans Real Madrid yang merupakan rival sepanjang masa Barca, sangat sulit memang untuk membicarakan tentang pelatih klub Barca ini. Tetapi tidak bisa dipungkiri memang, pelatih ini membawa pengaruh yang besar dalam dunia sepakbola. Masih teringat dulu ketika Mou yang dengan klub ‘kecil’nya, Porto, mampu memenangi Liga Champion dan pindah ke Liga Inggris, Chelsea, walau tidak menang di kompetisi Liga lokal, tapi mampu membawa Piala Liga Champion juga, mampu menggemparkan dunia sepakbola. Hal itulah yang sedang terjadi ketika dengan gaya tiki-taka nya, Barca mampu mendapatkan 13 Piala, baik Liga domestik maupun Eropa selama 4 tahun kepelatihannya.

Gaya bermain tiki-taka memang cukup rumit (tapi memang lama kelamaan membosankan menurut saya pribadi), dimana mengutamakan penguasaan bola. Jadi jangan heran kalau mereka mendapatkan ball possesion hingga 80% dalam suatu pertandingan, karena umpan-umpan pendek bahkan antar pemain belakang sekalipun juga kena hitung. Permainan individu otomatis berkurang, hanya meningkatkan passing yang menusuk jantung pertahanan lawan.

Teknik ini memang sangat cocok untuk Barca, karena pemainnya kebanyakan bertubuh kecil dan mengutamakan kecepatan. Jadi jangan heran kalau mereka sering disebut ‘Raja Diving’, karena memang tekniknya tidak diutamakan untuk body to body. Kena tabrak sedikit sudah melayang dan jatuh. KESOLIDAN TIM, adalah kunci dari teknik ini. Ada Iniesta dan Xavi Hernandez yang mampu membuat manja penyerangnya. Passing dari kaki mereka benar-benar akurat. Cocok dengan penyerang seperti Messi yang terkenal gesit. Passing ke depan, diburu Messi, digocek atau di ‘tip’ dan GOAL!!

Well, dilain prestasi mereka dan kehebatan mereka, saya sebenarnya ingin menyorot tentang mundurnya Pep. Menurut saya adalah kesalahan terbesar dalam sepakbola, karena dia mundur di waktu yang tidak tepat. Memang ada yang mengatakan karena Pep sudah didesak dalam kelanjutan kontraknya di Barca, sehingga harus secepatnya memberikan keputusan. Benar-benar salah waktu menurut saya.

Kekalahan dari Real Madrid, rival sepanjang masa, dan kekalahan dari Chelsea diklaim menjadi alasan utama mundurnya Pep. Mengapa diklaim seperti itu? Karena dia mundur hanya beberapa hari setelah dipastikan tidak akan mendapat gelar Liga Spanyol dan Liga Champion untuk tahun ini.

Pengaruh lain adalah stabilitas tim, karena mereka masih akan menghadapai Athelico Bilbao untuk perebutan Piala Raja Spanyol. Bisa jadi tim menjadi kurang solid yang bisa membuat mereka tidak mendapat gelar apa-apa di musim ini. Dan isu yang terakhir adalah mulai munculnya issue hengkangnya beberapa punggawa Barca. Sebut saja Dani Alves, Alexis Sanchez yang bahkan masih semusim merumput dan yang terakhir adalah Fabregas.

Kita lihat saja di musim depan. Seberapa besarkah pengaruh ‘hilangnya’ Pep?

Jenis-jenis Fotografi (bagian. 2)

Tinggalkan komentar

Masih lanjutan untuk jenis-jenis fotografi :

3. Fotografi Portrait.

Atau bisa dibilang fotografi yang obyeknya adalah manusia. Banyak hal yang menarik memang dalam memotret manusia.

Ada 2 jenis sesuai timing dalam pemotretan portrait, yaitu Foto Model dan Foto Candid. Foto model memakai obyek manusia yang ‘berlenggak-lenggok’ sesuai kemauan fotografernya dan foto candid diambil ketika obyeknya tidak sadar sedang dipotret.

Untuk portrait, banyak orang mengatakan lebih suka mengambilnya dengan lensa dengan focal lenght yang panjang. Sebenarnya tujuannya adalah untuk menciptakan ‘bokeh’ di hasil jepretan. Bokeh ini bisa terjadi di foreground atau di background foto, sesuai kemauan dari fotografernya. Bokeh ini akan menyamarkan obyek-obyek yang terkesan crowded di sekitar obyek fokus.

Foto yang saya ambil diatas berobyek adik saya. Bokehnya memang tidak terlalu keliatan di backgroundnya, karena lensa yang saya pakai hanya bisa sampai seperti itu. Apabila kita memakai lensa dengan focal lenght lebih dari 50mm, akan sangat kelihatan bokehnya.

4. Fotografi Still-life.

Mmm…masih belum mengerti dengan istilah ini sebenarnya. Agak bingung. Still-life menurut saya adalah obyek kecuali manusia yang dapat dibuat layaknya hidup dan memberikan kesan dan pesan tertentu. Ada banyak obyek yang bisa dipakai, dari boneka, miniatur, bangunan, dan banyak contoh lainnya.

Tekniknya, yah..tinggal potret saja apa-apa yang menurut menurut anda. Dengan imajinasi dan sudut pemotretan akan menghasilkan hasil foto yang bagus.

Itu saja jenis-jenis fotografi yang saya tau. Selain itu merupakan turunan dari jenis-jenis fotografi diatas, misalnya portscape dan lain-lain. 🙂

Penyebab Kemacetan

Tinggalkan komentar

Hmm…agak sulit sebenarnya mau mulai dari mana. Ingin membuat urutan penyebab utama sampai penyebab paling minim, tapi sulit untuk memulai siapa urutan teratas. Tapi demi terciptanya tulisan ini, tetap harus dilanjutkan.
Beginilah urutannya menurut pendapat pribadi saya :

1. Lampu Merah.


Yupp…mungkin inilah yang pertama. Hal yang sederhana menurut pemikiran saya mengapa ini menjadi alasan teratas. Banyaknya lampu merah berbanding lurus dengan tingkat kemacetan. Artinya, semakin banyak lampu merah di suatu ruas jalan, akan semakin sering kemacetan terjadi di ruas jalan tersebut.

Sungguh nyaman kalau seperti jalan Sudirman atau Thamrin Jakarta yang hanya 1 atau atau 2 lampu merah, atau mungkin seperti Jalan Sisimangaraja sampai fatmawati yang kebanyakan lampu merah..?? Andaikan sedang panas terik, kena pangganglah mungkin pengendara motor 😀

2. Jumlah Mobil.


Saya tidak membuat jumlah motor yang lebih dominan membuat macet, karena sebenarnya kalau dipikir-pikir, 1 mobil berbanding dengan 4 motor, bahkan lebih.
Kalau satu mobil nutupin jalan, akan membuat macet sampai ke belakang, bandingkan dengan satu motor nutupin jalan, motor-motor yang lain masih tetap jalan.
Hal lain adalah Angkot. Yes, si raja jalanan. Yang tanpa berpikir panjang, sang sopir akan berhenti di tengah jalan untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Kalau ojek, ngga mungkin kayak gitu. Kalau bukan diteriaki, mungkin sudah terbang entah kemana, kena tabrak.
See….that’s the differents… :p

3. Jumlah Motor.


Baiklah..baiklah…saya masukkan motor juga sebagai penyebab kemacetan. Saya memasukkan motor karena pengendaranya. Pada umumnya, karena ugal-ugalan dan egoismenya yang sangat tinggi, kudeta di jalanan di lakukan. Kalau satu motor sih ngga ngaruh kalau di jalanan, tapi kalau puluhan motor sudah datang dari belakang sewaktu lampu merah dan selap-selip, pastinya akan menyebabkan kekacauan.

4. Banyaknya Tikungan atau Persimpangan.


Sebenarnya pengaruh ini sangat berhubungan dengan jumlah lampu merah, tetapi tidak semua tikungan membuat macet. Hanya memang jalanan menjadi lebih lambat progres lajunya.. 🙂

Pengaruh tikungan atau persimpangan ini akan sangat jelas terlihat kalau jalannya hanya cukup untuk 2-3 mobil saja dalam 1 jalur.

Setiap ada kendaraan yang membelok ke kiri (apalagi ke kanan), khususnya mobil, pasti macet sampai ke belakang.

5. Hujan dan “Genangan”.


Mengikuti istilah Bapak Gubernur DKI yang terhormat, saya juga menyebutnya sebagai genangan. Sangat tidak sopan kalau kita katakan banjir. Tidak begitu mengerti dengan istilah-istilah ini, tapi tetap artinya pasti sudah dapat kita tangkap. Intinya ada air tiba-tiba. Mau air sungai, air got, air hujan, atau air mata pun sekalian, kalau sampai ada tidak pada tempatnya, akan disebut dengan genangan (kalau tidak ingin dikatakan sebagai banjir).
Membuat macet? Tentu saja!!. “Genangan” ini akan membuat laju kendaraan bermotor melambat, dan karena efek kesalahan merambat, akhirnya macet.

Mungkin itu saja yang bisa saya ungkapkan sebagai biang macet. Mungkin ada yang bisa menambahkan sesuai pengalaman sendiri..?? 😛

Jenis-jenis Fotografi (bagian. 1)

1 Komentar

Well, bukan kapasitas saya sebenarnya untuk berbicara jauh tentang fotografi secara mendalam. Saya hanya seorang pecinta fotografi, dengan berbekal Canon 1000D dengan lensa kit 18-55 mm IS mencoba men-capture setiap momen menarik dari yang saya alami.

Disini, saya hanya ingin berbagi sedikit yang saya tau tentang fotografi. Dengan berbekal baca-baca dari forum fotografi, sepertinya tidak ada salahnya saya berbagi, dari pada halaman ini kosong :p

Jenis-jenis fotografi ini sebenarnya muncul tergantung pemikiran fotografernya sendiri. Saya belum pernah membaca ada jenis fotografi baku yang dipakai di dunia ini. Apalagi ada, mungkin sekalian di share ke saya..hehehee

1. Landscape.

Ini adalah jenis fotografi yang paling saya suka. Saya bisa menangkap momen pemandangan indah di depan mata untuk saya nikmati. Teknik landscape ini sebenarnya tidak sulit-sulit amat. Hanya bagaimana kita melihat sudut yang menarik dari pemandangan dan mensinkronkan dengan cahaya yang ada.

Ada banyak momen yang bisa ditangkap, bisa disebutkan :

  • Sunset dan Sunrise ; yang paling sering diambil oleh fotografer. Tekniknya adalah dengan mengumpulkan cahaya di kamera dan meningkatkan ketajaman.

Rendahkan shutter speed kamera DSLR anda dan naikkan aperturenya. Bisa sekitar 4s dengan aperture f/7.1 ke atas. Wajib memakai tripod untuk shutter speed lambat supaya tidak bergetar dan tajam. Dirikan tripod di sudut yang menarik dan aturlah kamera anda dengan live view dan manual, supaya lebih leluasa dan gampang untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Hasil terakhir, apabila perlu, tinggal di edit saja memakai software yang gampang dipakai untuk menaikkan saturasinya.

Sebenarnya itu cara gampangnya. Cara sulitnya bisa didapatkan kalau sudah praktek langsung (lebih gampang mengimajinasikan daripada mempraktekkan bukan..?? hehee..)

  • Pemandangan.

Ngga beda jauh dengan teknik diatas. Sama saja. Sebenarnya ini lebih gampang, karena biasanya foto ini tercipta karena memang pemandangannya sudah bagus, hanya mencari sudut yang menarik untuk mengabadikannya (tapi memang, mencari sudut itu yang sulit…hehehee..).

Saya menganggap pemandangan yang indah itu dapat kita lihat pada waktu siang hari, pada waktu hari masih terang. Kalau mengambil pemandangan yang bagus waktu malam hari, bisa dipakai cara yang diatas untuk sunset/sunrise. Kalau hari masih terang, anda bisa pakai tripod, tapi memang biar ngga ribet, ngga harus pakai tripod. Pakailah shutter speed lebih cepat dan aperture yang lebih kecil, supaya menyeimbangkan cahaya yang masuk sehingga hasilnya foto tidak kelebihan cahaya (over exposure).

Mungkin sudah pernah dibaca, untuk siang hari yang terang dan cahaya bejibun, cara menghitung shutter speed minimal yang diatur adalah 1/(focal lenght). Misalnya focal lenght yang dipakai adalah 200mm, maka shutter speed minimal yang dipakai adalah 1/200, sesuaikanlah dengan aperturenya (bukaan).

2. Makro.

Foto makro ini sangat jarang saya lakukan, di lain karena lensa yang saya pakai (dalam kondisi normal) tidak sanggup, juga membutuhkan perjuangan untuk mendapatkan hasil yang bagus. Saya coba bagikan sedikit yang saya tau untuk pengambilan gambarnya.

  • Pakai mode manual untuk lensanya, hal ini bertujuan untuk mendapatkan ketajaman hasil yang lebih baik.
  • Kalau bisa dan mampu, belilah lensa yang memang bertujuan untuk makro. Untuk lensa-lensa yang biasa, bisa memakai konsep reverse ring ataumemakai 3rd party stuff, misalnya external tube atau filter pembesar.
  • Cukupkan cahaya, bisa dibantu dengan adanya flash khusus makro.

bersambung ke bagian-2